Saya pria berkacamata, tapi ternyata saya tak suka baca, terutama buku-buku tebal, setebal kamus Munjid atau setengahnya, mirip-mirip Jhon M Echol.

Dulu, saya pernah suka baca, Novel, sastra, terkadang sempetin baca cerpen, cerpen-cerpen islami karya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa di Majalah Annida, kebetulan Teteh berlangganan majalah sastra islami itu, dan terkadang saya baca juga tulisan Seno Gumira Aji, meskipun harus dengan kerutan dahi ketika membacanya, dan tak cukup mengerti dengan mengulang dua kali, tapi itu dulu, bahkan jauh sebelum saya berkacamata.

membaca

Terakhir mungkin saya baca Tetralogi Laskar Pelangi nya Andrea Hirata, setelah itu kebiasaan baca saya berkurang, saya malah lebih sering baca status Fb orang, recent update BBM, atau running text di acara berita, kemudian pada akhirnya saya cuma baca naskah berita dari wartawan di email atau desk redaktur, itu setelah saya berkacamata.

Saya berkacamata awal mondok di TMI Al-Amien Prenduan, sejak di MTS Arifin Billah Cirebon kelas 1 juga pandangan saya mulai kabur, meskipun keukeuh duduk di bangku belakang. Kebiasaan duduk di bangku belakang itu juga membuat saya harus pakai kacamata, karena tulisan di papan tulis sudah tak berbentuk di pandangan dari belakang kelas.

Kelas 1 TMI, waktu itu, saya berkacamata, Min 1 untuk mata kiri dan 1 setengah mata kanan, slindris.

Teman-teman memanggil saya Saiful Mindor, Tak apalah mendapat gelar itu, sedikit keren, identik dengan kutu buku, yang tua di perpustakaan.

Namun, sebenarnya, saya tidak seperti yang kebanyakan orang kira, pengetahuan saya biasa saja, tulisan saya gitu-gitu aja. Apalagi setelah mengenal Copy Writer. Tulisan saya makin hambar ketika dibaca ulang.

Sempet terbersit iri ketika diskusi dengan mereka yang juga berkacamata, kata-kata yang terlontar berdasarkan buku-buku, kutipan-kutipannya berbuntut daftar pustaka atau footnote yang berisi referensi para penulis terkenal. Tak jarang mereka menyebutkan judul buku dan halaman, bahkan baris.

Tidak terbayangkan, bagaimana mereka menghafal nama-nama pengarang dan judul buku yang disebutkan. Mendengar pasal KUHP saja saya merinding.

Mereka pembaca sejati, pembaca yang baik, hoby membaca bukan sekadar mengisi biodata atau Curiculum Vitae saja. Membaca sepertinya sudah mendarah daging.

Beberapa teman seperti itu memang membuat saya kagum, baginya hidup adalah membaca, setiap tarikan nafasnya adalah untaian kata-kata dalam buku yang mereka baca.

Keirian itu, membuktikan bahwa saya bukan pembaca, apalagi berbuntut sejati, saya tidak suka baca, dan jauh dari sebutan kutu buku. Saya juga bukan penulis, penulis kan harus punya karya tulis, skripsi? Hanya sebatas syarat kelulusan saja.

Di usia saya yang berkepala 3 ini, saya tersadarkan, ternyata saya pernah ingin menjadi penulis handal, menelorkan karya-karya sastra, atau jadi cerpenis, kolomnis di media, minimal media nasional. Atau seorang jurnalis, beneran jurnalis yang tidak cuma cari berita dan cari omset saja.

Tapi, lebih dari itu, saya juga sudah lupa, bahwa tuhan juga menghendaki manusia untuk membaca. Selain itu saya juga telah berkhianat pada mata saya yang berkaca.

“Iqro’ bismi robbikalladzii kholaq”.

….

 

 

Gajah di seberang kelihatan, semut dipelupuk mata tak nampak

Sedikitpun saya tak memungkiri pepatah diatas. Karena semua orang tau, semua orang sadar, bahwa mengkritik itu renyah kayak rengginang baru ngangkat dari penggorengan, empuk kayak kasur busa, dan seger kayak es buah yang diminum pas buka puasa.

Namun, disisi lain saya juga berpegang pada sebuah riwayat,

Ashlih nafsaka yashluh lakannaas

atau disisi lain ada sebuah peringatan “keras” bagi mereka yang suka mengkritik dalam Al-Quran, disebutkan bahwa Allah sangat membenci orang yang hanya pintar berbicara namun jauh dari implementasi. Dengan kata lain, Tuhan pun benci dengan orang yang banyak omong namun kosong.

Saya seorang melankolis yang selalu mempertimbangkan apa yang akan dibicarakan, selalu hati-hati ketika akan mengeluarkan pendapat, hal ini bertolak belakang dengan orang kebanyakan di Media Sosial (terutama Fesbuk) dimana di forum itu seolah orang berkata bebas, mengkritik pemerintah, mengkritik pemimpin dengan se-renyah-renyah. Seakan tak ada sisi baik sedikitpun dari seorang pemimpin.

Kemudian apakah kita tidak boleh mengkritik? Tentu saja boleh. Karena saya juga berpegang pada hadist Nabi.

Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka bertindaklah

Orang-orang selalu berkata, kami mengkritik untuk membangun, saya sepakat dengan itu, tapi apakah tidak sebaiknya. Membangun untuk mengkritik. Pertanyakanlah sejauhmana kita sudah membangun bangsa/daerah kita sesuai dengan kapasitas kita?

Kemudian bukankah lebih baik melakukan sesuatu yang kecil dari pada membicarakan hal yang besar?

Talk less do more.

Salam,,,

– Cacatan menjelang buka puasa

 

Sajak Rindu

3 June 2014

bunga mawar

mawar

Siapakah dia yang telah mengusik malam-malamku
tak pernah aku segelisah ini,
seperti deburan ombak,
seperti titik-titik hujan, bersambung, bersahutan,

Dia yang telah menghujamkan ayat-ayat rindu
diberanda hati ini,
Dia yang mungkin tak pernah, sedikitpun aku di benaknya.
Dia yang mungkin tak pernah sadar, telah kuselipkan dalam doa-doa panjang.

namun, ini adalah rinduku, yang terungkap dari senja kepada malam, yang tersampaikan disetiap hembusan nafas, yang dibisikan dalam jiwa yang resah,

Namun, ini adalah rinduku,
hanya milikku,

*teruntuk  “mawar”

Sahabat setia epul katama, yang pastinya suka baca postingan-postingan saya di blog super keren ini (PD abis) kali ini saya akan menuliskan beberapa mimpi-mimpi saya yang tertunda, tertunda oleh apa? Saya juga ngga tau tertunda oleh apa, haha…

Yang jelas, mimpi ini tertunda bukan karena, pulsa abis, ngga ada sinyal ataupun lowbet, layaknya “pesan yang tertunda” atau “tak terkirim”.

Begini sob,,,

Dulu, saya sewaku sekolah, saya mendapatkan tugas dari seorang ustadz, untuk menuliskan 100 keinginan saya dari mulai yang prioritas hingga keinginan yang terkecil.

mimpi yang tertunda

ini contoh mimpi-mimpi saya di tahun 2008

 

Dan ternyata manfaatnya “Subhanalloh” sangat terasa terhadap perkembangan diri saya, beberapa keinginan saya tercapai, meskipun ada beberapa keinginan saya yang tertunda, dan itu kemudian saya lakukan disetiap tahun, hingga saat ini.

Nah, saya akan menuliskan beberapa keinginan atau mimpi-mimpi saya yang tertunda, dan akan saya selesaikan kedepan diantaranya.

  1. Kuliah S2, di Luar Negeri
  2. Keliling Indonesia
  3. Keliling Eropa
  4. Ngebiayain orang tuan naik haji
  5. Punya Lembaga Pendidikan
  6. Punya Istri Sholehah
  7. Punya karya tulis, berupa, Novel
  8. Mempunyai 100 blog
  9. Mempunyai bisnis on-line
  10. Berpenghasilan $5000 tiap bulan
  11. Punya rumah sendiri
  12. Punya mobil

 

Ya, itu mungkin diantaranya mimpi-mimpi saya yang tertunda, yang sebenarnya masih ada 88 lagi, yang saya tuliskan di buku diary saya. Jhaha…

Dan kalian, Sob, bisa melakukan cara memotivasi hidup seperti yang saya lakukan,,,, 🙂

 

cara berhenti merokok

Hai, hai, hai, pasti kalian menunggu-nunggu tulisan saya yah, hehe

Oke, sahabat epul katama tercinta, kali ini saya akan memberikan sebuah tips yang super canggih, yaitu bagaimana cara untuk menghentikan merokok khususnya bagi yang muda-muda seperti saya ini, Hahaha,, (merasa muda)

Sebelum lanjut, Saya mau tanya terlebih dahulu,,,

Apakah anda benar-benar ingin berhenti merokok?

Ingat lho, betapa nikmatnya merokok, ketika sehabis makan apalagi makanan pedas, atau sedang nongkrong-nongkrong bareng teman betapa hampanya tanpa merokok, atau ketika diskusi ditemani kopi dan anda tidak menghisap rokok, atau (maaf) anda nongkrong di wc tanpa merokok, Betapa hampanya???

Namun, apakah dengan anda tidak merokok di semua kegiatan yang anda lakukan diatas, kemudian anda akan mati, atau dunia akan hancur berkeping-keping?

Jawabannya, Tentu tidak.

Tapi sekali lagi saya tanya, Apakah anda benar-benar ingin berhenti merokok?

Jika jawaban anda ragu, saya sarankan mata anda langsung melihat ke pojok kanan atas desktop anda, kemudian anda lihat tanda silang (x) dan tutup sekarang juga blog ini.

Jika anda benar-benar ingin berhenti merokok.

SELAMAT ANDA TELAH BERHENTI MEROKOK SEKARANG JUGA

dan Silahkan lanjutkan tips saya yang sederhana ini.

Pertama, Berhentilah merokok dengan begitu saja,,

Maksud saya gini sob, jangan terlalu ambil pusing ketika mau berhenti merokok, kalau mau berhenti, ya sudah berhenti sajalah jangan terus difikirkan bagaimana cara berhenti merokok, semakin difikirkan semakin akan sulit untuk berhenti, toh ketika anda sudah benar-benar yakin kenapa harus difikirkan lagi?

Jadi, jangan terlalu memikirkan bahwa anda sedang berhenti merokok, itu rumusnya.

Kedua,  Lakukanlah olahraga yang anda sukai.

Jika saya, saya menyukai banyak olah raga, dan ketika saya berhenti merokok kebetulan saya sedang asyik-asyiknya taekwondo dan futsal, dan saya merasakan perbedaan ketika sebelum berhenti dan setelah berhenti merokok, betapa saya menikmati tiap detiknya olahraga yang saya lakukan.

Sebelum merokok, saya main futsal hanya 2 menit, setlah itu saya harus sering mengelus dada dan jalan-jalan dilapangan futsal bak artis model kaos sepak bola, hehe…

Tapi apa yang terjadi setelah saya berhenti merokok, saya bisa bermain futsal sejam tanpa berhenti dan tidak merasakan sesak nafas, yang ada saya malah ingin nambah waktu maen menjadi 2 jam, seremkan???

Saya pecinta olahraga Beladiri, termasuk taekwondo, ketika latihan saya sering mengeluh nafas dan selalu kalah fisik sama yang lebih muda dari saya bahkan dengan anak-anak kecilpun, namun setelah berhenti merokok saya bisa mengimbangi mereka, super keren deh,,,

Maaf, sebelum saya lanjutkan, kok tulisan saya ini kayak testimoni produk obat atau klinik Tong F**g aja yah, hahaha….

Ketiga, Mencoba menghindari perokok dan aktifitas merokok, serta deklarasikan anda berhenti merokok

Hampir 80 persen teman-teman saya perokok, dan itu adalah teman ngobrol, teman curhat, teman diskusi, teman belajar teman sekontrakan dan teman nongkrong, bagaimana cara nya menghindar dari mereka? Ya tidaklah saya sepenuhnya menghindari mereka, tapi hindari aktifitas merokok mereka, dan deklarasikan bahwa saya telah berhenti merokok, saya mengatakan kepada setiap orang bahwa saya berhenti merokok.

Akibatnya, saya akan malu jika suatu saat saya kembali merokok, Saya mendeklarasikan berhenti merokok bukan hanya sebatas ketaman-teman saja, bahkan saya melakukan hal itu di media sosial, di Personal Message BB, bahkan di Blog seperti yang saya lakukan saat ini. hehe.

Keempat, Cari Pengganti Rokok.

Saya menggantinya dengan permen karet, sempetkan kalau belanja anda beli permen karet  yang botolan itu, kemudian ketika anda ingin merokok segera kunyah permen karetnya, jadi gunakan secukupnya saja, jangan anda gunakan secara terus menerus, bawa kemanapun permen tersebut, terutama ketika anda berhadapan dengan perokok dan melakukan aktifitas yang didalamnya ada kegiatan merokoknya.

Gitu Sob,, Kerenkan? hehe

Kelima, Gunakan motifasi eksternal, pacar misalnya, atau wanita idaman.

Ini mungkin akan sedikit aneh, hehe,,,

Begini ceritanya, jujur saya abis ditolak perempuan idaman saya, meskipun saya masih terus mengharapkannya, haha,, tapi ngga jadi masalah, saya ngga peduli dia mau suka atau tidak yang jelas udah saya ungkapkan niat baik saya, (kok jadi curhat) hehe, intinya gini, Saya membayangkan bahwa salah satu alasan cinta saya ditolak adalah karena saya perokok, maka dari itu saya berusaha semaksimal mungkin untuk berhenti merokok agar saya suatu saat diterima olehnya, namun,,, jika saya memang masih ditolak oleh doi, ya berarti dia yang tidak bersyukur dicintai oleh seorang yang super baik seperti saya, Jhaha,,,

Ya Sudahlah, kalau jodoh pokoknya ga akan kemana, iya kan sob,,, ???

Pokoknya, yang penting saya berhenti merokok untuk hidup yang lebih sehat,,,,

Salam,,, Terus Semangat dan Selalu Ceriaaa,,,,,, 🙂