Sajak Rindu

3 June 2014

bunga mawar

mawar

Siapakah dia yang telah mengusik malam-malamku
tak pernah aku segelisah ini,
seperti deburan ombak,
seperti titik-titik hujan, bersambung, bersahutan,

Dia yang telah menghujamkan ayat-ayat rindu
diberanda hati ini,
Dia yang mungkin tak pernah, sedikitpun aku di benaknya.
Dia yang mungkin tak pernah sadar, telah kuselipkan dalam doa-doa panjang.

namun, ini adalah rinduku, yang terungkap dari senja kepada malam, yang tersampaikan disetiap hembusan nafas, yang dibisikan dalam jiwa yang resah,

Namun, ini adalah rinduku,
hanya milikku,

*teruntuk  “mawar”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: