bunga mawar
mawar

Siapakah dia yang telah mengusik malam-malamku
tak pernah aku segelisah ini,
seperti deburan ombak,
seperti titik-titik hujan, bersambung, bersahutan,

Dia yang telah menghujamkan ayat-ayat rindu
diberanda hati ini,
Dia yang mungkin tak pernah, sedikitpun aku di benaknya.
Dia yang mungkin tak pernah sadar, telah kuselipkan dalam doa-doa panjang.

namun, ini adalah rinduku, yang terungkap dari senja kepada malam, yang tersampaikan disetiap hembusan nafas, yang dibisikan dalam jiwa yang resah,

Namun, ini adalah rinduku,
hanya milikku,

*teruntuk  “mawar”

Advertisements