aden edcoustic meninggal
edcoustic

“Innalillahi, wa innailaihi rooji’un, semoga segala amal ibadah dan perjuangannya Kang Aden dalam syiar islam lewat syair-syairnya menjadi pahala disisi Allah”

* epul katama

Belum lama ini, saya ngefans sama Edcoustic berawal dari mendengar nada-nada indahnya dalam “Muhasabah Cinta”. Cinta terhadap musiknya mengalir begitu saja, sangat sederhana, terdengar melalui pengeras suara mesjid depan kontrakan sewaktu acara maulid nabi tahun lalu, dan begitu saja saya terbangun dan keluar kontrakan, mendengar bait per baik lirik yang dinyanyikan. Dan seketika itu saya search melalui mesin pencari nama group nasyid dengan suara merdu itu.

Suara merdu itu belakangan saya ketahui pemiliknya adalah Kang Aden, dari namanya mungkin saja dia orang Sunda, saya tidak tau pasti.

Kesukaan saya menjadi-jadi setelah mendengar syair indah lainnya yang dilantunkan, plus, serasa apa yang di dendangkan oleh kang Aden menjadi penyemangat hidup saya. Dimulai dari pengalaman “putus cinta”, segala macam penyesalan, kesedihan, tangis, tumpah ruah bersama iringan lagu “Muhasabah Cinta”, hampir sebulan saya muter lagu ini. Ketika saya bareng temen-temen, dan menghadapi keceriaan saya inget lagu “Sebiru”. Dan akhir-akhir ini saya seneng denger lagu “7 Surga” yang feat Fika, merinding dengarnya, saking senengnya,  lagu tersebut saya jadiin nada dering di handphone saya.

Dan Tau nggak? Baru kemarin malem saya chat lewat BBM, sama hijabers dari Jakarta, Fitri Muthmainah, yang ikutan lomba photo hijab saya, bahwa saya berniat ngundang Kak Okky Setiana Dewi dan Edcoustic, dan malam ini saya dapat kabar duka meninggalnya Kang Aden dari sahabat saya Endang Ruchyat, hampir gak percaya, dan buka Fanspage edcoustic, ternyata memang banyak yang berkata demikian.

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Selamat jalan Akh,,,

aden edcoustic meninggal
kang aden meninggal
Advertisements