Salam semangat dan selalu ceria,,, sob-sobat masih kenal saya kan?

Ya,,, 100 buat sobat semuanya,,, betul sekali, jawabannya, saya adalah Epul Katama, hihi… (kapan lagi saya bisa so’so-an terkenal kalau bukan di blog ini).

Oke sob, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman yang baru-baru ini saya lakukan. Gimana gak super, ketika kemaren saya jadi tukang survei yang diberikan oleh Charta Politika salah satu lembaga survei nasional dan kebetulan saya kebagian kota ujung selatan provinsi Jawa-Barat, Sukabumi. Saya manfaatkan untuk mengenal lebih dekat Kota Sukabumi yang hanya baru sekali saja ke kota tersebut, dan itu juga terbatas.

1454497_10201092627312372_2018761845_n
Ongkos jalan + uang pribadi,,, hihi

Dengan dibekali ongkos yang saya kira dengan ongkos tersebut saya bisa jalan-jalan di tempat-tempat wisata, nginep di Hotel (dalam tanda kutip sederhana, hihi) juga bisa kuliner sepuasnya. Maka berangkatlah saya dengan si Indro (temen saya yang tukang nge-Game itu) pake motor. Wow??? Kan lumayan bisa bikin jok motor aus. Hikhikhik…. Tak apalah demi bacpacker saya yang gak berangkat-berangkat.

1421461_10201105863643272_565126634_n
yang jelas bukan pake motor ini, karena motor ini baru kebeli Tahun 2014 nanti,,, hihi

Melihat budget yang ada, saya lihat dulu dan pilih-pilih destinasi yang akan saya kunjungi, yang penting ketika saya photo di tempat tersebut itu menandakan bahwa saya sedang di Sukabumi, yah setidaknya saya photo didepan kantor instansi tertentu yang ada plang Sukabumi nya, sehingga semua orang tau kalau saya bener-bener dari tempat tersebut.

Karena bingung memilih rute dan saya belum pernah ke Sukabumi pake motor maka saya menggunakan Navigation di HP Android Smartfren saya.

Menurut sang aplikasi Navigasi saya harus lewat jalur Purwakarta-Cianjur-Sukabumi, maka kami ikuti aja instruksinya, dan ternyata saya menikmati banget jalur tersebut, melewati Wanayasa kemudian Cirata, mengitari Waduk Jangari, dan yang tidak terduga ternyata ketika saya sedang menikmati enak nya jalan di Purwakarta tiba-tiba jalan kembali rusak ketika memasuki Cianjur,,, waduh parah deh,,, yah satu dua dengan Kabupaten yang itu,,,tuh,,, (mana hayohh??).

gambar-peta-kab-purwakarta
lewat Sagalaherang, Purwakarta, Cianjur, langsung ke Sukabumi (Rutenya yang garis kuning)

Yang lebih serunya lagi, dari Sukabumi kota, saya masih harus bermotor sejauh 65 km lagi ke arah Bogor dan mengelilingi Gunung Gede (gak pake tanda kutip, hihi). Ambooy rasanya,,, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug namanya.

Keesokan harinya kita jalan lagi menuju Simpenan, nama desanya Cidadap. Menurut peta kita harus balik lagi kota nanti pas di Cibadak ambil kanan, kita turutin petunjuk aplikasi Navigasi, namun apa yang terjadi? Kita disarankan untuk melalui desa Warung Kiara yang nota-bene saya udah tau tracknya,,, Parah broww,,, dan jalannya 3 kali lebih parah ke Desa Legon Wetan. (Legon Wetan??? Desa siapa tuh??? Maaf saya juga gak tau,, hihi). Saya perhatikan berulang rute di Peta, ternyata ada rute yang kayaknya jalannya lebih gede, yaitu rute yang menuju Pelabuhan Ratu, untuk meyakinkan, saya telpon bapak koordinator surveinya, dan ternyata benar, kita harus ambil jalan Pelabuhan Ratu? Wah, asik dong. Dan sayapun Joss… memakai rute tersebut.

masjid Pelabuhan ratu
Depan Masjid Agung Pelabuhan Ratu

Beres setengah survei sayapun menuju Pantai Citepus, dan menikmati Sunset yang katanya indah. (Padahal ritual ngeliatin matahari muncul dan matahari tenggelam itu udah jadi hidangan saya tiap pagi dan sore, hehe)

citepus
Sunset di Citepus, Pelabuhan Ratu

Lho kapan surveinya??? Saya pikir survei sudah menjadi makanan saya ketika mahasiswa dulu, bahkan ada yang bilang kayak gini “Semakin sering melakukan survei maka akan semakin pintar memanipulasi data”.  Haha,,, siapa yang bilang??? Ya saya sendiri, tapi jurus itu saya lakukan cuma pas waktu kepepet aja kok, seriuss…

1472333_10201163219997145_2084499833_n
yang ini,,,, kelelahan brow, walaupun bukan driver, hehe

Udah dulu yah,,, salam semangat,,

Advertisements