Jasa Pembunuh Bayaran

Pagi tadi –Jum’at 8 Februari 2013- Saya buka Kompas.com, saya menemukan sebuah berita dengan judul Rata-rata Vonis untuk Koruptor Hanya 3,5 Tahun Penjara sungguh ironis sekali yah, hukum di Indonesia.

Padahal, Korupsi itu lebih kejam dari pembunuhan, bahkan dalam islam (karena saya muslim) Korupsi itu neraka jaminannya.

Saya kasih gambaran seperti ini, Jika seseorang melakukan Korupsi dengan memakan uang Negara sebesar 5 miliar, maka yang sebenarnya yang ia makan adalah uang rakyat, berasal dari  jutaan rakyat Indonesia, misalnya saja dari pembayaran uang pajak yang harus dipenuhi oleh setiap orang Indonesia.  Termasuk mungkin uang dari Bapak saya yang seorang Peternak domba, untuk  membayar pajak Negara, (baik PBB, Pajak motor, dan pajak-pajak lainnya) bapak harus menggembala domba setiap hari, kehujanan, kepanasan, dan terkadang harus sakit karena kelelahan. Atau saya ambil contoh lain, Seorang petani dengan lahan yang sedikit ia harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup kemudian ia juga harus memenuhi kewajiban bayar pajaknya,.

Dan juga tidak sedikit orang yang mengalami kecelakaan bahkan kematian ketika sedang bekerja.  Makanya, saya berpendapat bahwa Koruptor Lebih Kejam dari Pembunuh.

Sementara itu, uang pajak yang kita bayarkan ke pemerintah, sengaja dimakan oleh oknum-oknum yang sering kita namai Koruptor, yang sepertinya di Indonesia hari demi hari semakin banyak. Dan temen epulkatama perlu diketahui, meskipun koruptor dikategorikan kejahatan yang paling dimusuhi oleh bangsa kita namun kejahatan ini adalah kejahatan favorit para pejabat-pejabat Indonesia.

Yang sangat disayangkan lagi, Vonis yang diberikan untuk para Korupsi lebih ringan dari pembunuhan. Sering saya dengar di TV ataupun baca di Berita Internet, Pembunuhan biasa divonis penajara seumur hidup bahkan dihukum mati.  Ini berbanding terbalik dengan Pembunuh paling kejam, pembunuh jutaan rakyat Indonesia, yaitu para koruptor yang haya rata-rata 3,5 tahun penjara. Baca kompas

Saya ambil contoh saja, Muhamad Nazarudin Koruptor Populer 2011-2012 itu hanya divonis 4 tahun 10 bulan, meskipun ada tambahan hukuman menjadi 7 tahun karena diindikasikan adanya tambahan korupsi, sungguh tidak wajar, koruptor yang menghabiskan uang Negara mungkin lebih dari 10 milyar ini hanya divonis 7 tahun penjara.

Nunun Nurbaiti, sang cek pelawat itu yang menyuap anggota DPR senilai Rp. 20, 8 milyar ini hanya dihukum 2 tahun kurungan. Sedangkan rekannya Miranda Goeltom 3 tahun penjara. Dan masih banyak ketimpangan vonis lainnya.

Adilkah? Menurut saya sangat tidak adil sekali.

Terkadang saya berfikir atau lebih tepatnya menghayal. Seandainya ada sebuah organisasi sukarelawan yang punya banyak dana kemudian organisasi tersebut secara independent bergerak untuk benar-benar memusnahkan para koruptor dengan cara mencari pembunuh bayaran untuk membunuh para koruptor di Indonesia, mungkin cara tersebut akan lebih efektif dibandingkan dengan kerja KPK yang berakhir di PN dengan Vonis yang sangat ringan.

Advertisements