“Terkadang kebahagian seseorang itu tidak seperti apa yang kita lihat” Demikanlah kata mbah Tari (pedagang nasi goreng langganan saya yang sering di sebut Pa Adeng).

Pernyataan ini diungkapkan dalam suatu obrolan pasca makan malam saya, kemaren malam. Maksudnya adalah, terkadang kita melihat seseorang dengan kemewahan dan segala sesuatu yang dimilikinya kemudian kita menjust bahwa orang terebut telah mencapai kebahagian, padahal belum tentu.
Misalnya kita berfikir bahwa orang dengan mobil mewah, rumah besar, kekayaan melimpah bahwa orang tersebut telah bahagia, dan senang, padahal kemungkinan bahagianya, tentramnya, senangnya sangat sedikit.

“Mungkin saja mereka tidak bisa tidur tenang dan nyenyak seperti saya, dengan memikirakan keadaan bisnisnya, hutangnya dan lain-lainnya”. paparnya sambil tersenyum.

Meskipun pendapatanya banyak, dari berbagai sumber bisnisnya, hingga ratusan juta bahkan miliaran pasti lebih banyak lagi hutangnya.

“Ini bener loh, dari apa yang sering saya obrolin sama pemilik toko-toko langganan saya”. jelasnya.

Dari obrolan malam itu dapat kita simpulkan bahwa terkadang kita merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh seseorang, padahal belum tentu apa yang mereka miliki itu menjadikan kita bahagia dan hidup dengan tentram, dan yang paling utama adalah belum tentu kita menajadi amanah atas apa yang kita miliki. Dan kunci untuk mendapatkan kebahagian adalah dengan kita menguasai ilmu bersyukur, bersyukur terhadap apa yang diamanatkan tuhan kepada kita baik hidup, harta, kekayaan, istri, anak dan lain sebagainya.

Sayapun berfikir, bahwa ilmu bersyukur ternyata sangat sulit untuk di  terapkan dalam kehidupan kita, kita seringkali ingin memiliki apa yang telah dimiliki oleh orang lain, terkadang tidak cukup dengan apa yang diberi tuhan, kita selalu merasa kekurangan, dan selalu ingin lebih, persaan-perasaan seperi itulah yang akan semakin menjauhkan  dari rasa “syukur”.

Bersyukur menurut saya dalah menikmati yang ada, -tanpa diiming-imingi dengan targetan-targetan-, kenapa demikian, jika masih ada targetan dalam hidup, dampaknya akan lupa terhadap syukur, kemudian muncul pertanyaan, bukankah hidup itu harus ada target dalam mencapai kebahagian dan kesuksesan? yah, menurut saya target  dalam mencapai kebahaian itu sendiri adalah dengan bersyukur, bersyukur dan bersyukur, tidak ada lebih.

Kalau seandainya kita sebagai orang yang percaya pada tuhan, tentu kita akan meyakini janjinya, masih ingatkah? dengan bersyukur, target kebahagian akan dipenuhi dan ditambah oleh tuhan, itu janjiNya.

“Jadi yang paling enak itu adalah petani yang punya sawah luas, hanya dengan nongkrong, ngopi dan menikmati hidup, uang datang sendiri, hahaha” Ungkap Mbah Tari, tertawa menutup pembicaraan.

Advertisements