lomba yang tidak pernah saya ikuti, ga bisa manjat, hehe (image from inpogue.com)

Dulu, Sewaktu kecil, saya adalah orang yang paling semangat menyambut kedatangan bulan Agustus, karena apa? Di tiap bulan Agustus saya akan panen hadiah, terutama buku,maka bukan suatu hal aneh jika saya tidak pernah beli buku ditiap tahun ajaran baru, saya selalu mengikuti semua jenis lomba HUT RI, dari jenis lomba permainan kayak, masukin paku dalam botol, makan kerupuk, balap karung dll, (tapi tidak dengan panjat pinang dan lomba renang, hehe, jadi malu) hingga lomba yang bersifat adu otak, cerdas cermat, hafal-hafalan, pidato, dan lain-lain, dan saya selalu jadi orang yang paling banyak menggondol hadiah (sebenarnya bukan karena saya pinter, tapi lebih mirip-mirip orang yang perlu dikasihani oleh juri, melase kata orang jawa mah, haha).

Kemeriahan bulan Agustus begitu ditunggu, kedatangan bulan Agustus bagi kami anak kecil sangat dinantikan, sama halnya menantikan bulan puasa, Bulan Agustus bagi kami adalah ajang pembuktian prestasi, ajang membakar semangat, ajang mengulas kembali perjuangan para pahlawan, saya masih inget betul ketika itu, Ustad Amin, kepala sekolah saya, bercerita tentang Perjuangan Pangeran Diponogoro, Jendral Sudirman, hingga Soekarno, cerita itu membikin kita duduk terdiam, meletakan kedua telapak tangan di dagu yang disandarkan ke atas meja, terkagum-kagum terhadap jasa para pahlawan, hingga pada akhir cerita, semangat kami pada waktu itu seperti disulut, terbakar dan menggebu-gebu.

Masih melekat dimemori saya klasemen atas, bagaimana ditiap stasiun telepisi film-film perjuangan, yang diperankan oleh artis-artis favorit jadul, Barry prima, Roy Marteen dan lain-lain, saya selalu menunggu aksi mereka dengan ikat kepala warna merah putih, membawa bambu runcing dengan bendera merah putih, atau senjata laras panjang (kami menyebutnya dengan Bren) kemudian perang melawan penjajah Belanda ataupun Jepang. Dan saya sekarang betul-betul merindukannya.

Bulan Agustus, bagi saya adalah bulan penuh warna, kenapa? Dari awal Agustus, Di sepanjang jalan, saya lihat bendera dan umbul-umbul berwarna-warni ditiap depan rumah, dimalam hari, saya selalu senang melihat bermacam-macam bentuk warna hias, dari yang berbentuk garis vertikal memakai pohon bambu, dipasang memenuhi taman rumah, hingga berbentuk angka HUT RI, semuanya indah.

Kerinduan ini tak terobati, ketika bulan Agustus tahun-tahun terakhir kemarakan dan kemeriahan menyambut Hari ulang tahun kemerdekaan RI ini mulai redup, Umbul-umbul dan bendera sudah jarang dipasang, meskipun ada, mungkin hanya sehari, pas tanggal 17 agustus, itupun hanya satu atau dua rumah saja, bagaimana dengan lampu hias? Saya tidak menemukan mereka bersinar menerangi dan mewarnai malam bulan Agustus. Pilem perjuanganpun kinipun sudah almarhum. Apakah ini merupakan berkurangnya rasa nasionalis manusia indonesia saat ini? Ada yang bilang Nasionalis bukan dicerminkan dari sekedar memasang bendera dan umbul-umbul, Terus pertanyaannya Nasionalis itu tercermin dari apa? Arhgg lieur, jadi ngebahas yang kayak gini yah, hehe, yang jelas, saya yakin anda juga merasakan hal yang sama dengan saya, merindukan kemeriahan bulan Agustus.

siap berubah,,, (masih inget kata-kata itu)

Pernah ngga anda ngalamin seperti ini?, Suatu ketika, hari minggu, tidak seperti bisanya saya bangun lebih rajin dari hari-hari sekolah biasanya, tahukah anda apa yang akan saya lakukan? Setelah dandan secukupnya (ala anak desa tahun 90an, celana kolor, t-shirt belel, dan minyak rambut orang-aring hingga belepotan ke dahi) saya nyampeur beberapa temen saya kemudian pergi ke rumah pak Tamrin, untuk melihat pilem kesayangan Ksatria Baja Hitam. Dan pada waktu itu, pak Tamrinlah satu-satunya orang yang berjasa mengenalkan saya ke Kotaro Minami

Sebenarnya Acara puncaknya (ciee,, acara puncak) sekitar jam 07.30 namun saya bersama temen-temen yang lain biasa datang jam 06.00 (lebih rajin dari berangkat sekolah), Pak Tamrin dengan telaten menerima anak-anak, menyiapkan televisi berwarna satu-satunya di desa saya, menggunakan Aki (Accu) karena pada waktu itu belum ada listrik (PLN nya waktu itu masih kurang gaul sama orang desa), Sebelum Kotaro Minami (orang terhebat waktu itu) muncul di RCTI kami berpetualangan dulu dengan Pak Ogah dan Si Unyil, saya masih ingat setiap seri si Unyil yang bikin hati saya senang dan kadang terharu.

Pukul sudah menunjukan jam 07.25 WIB (eh, kebalik yah) Penonton semakin padat, berjongkok dan berdesakan, dengan ruangan yang cukup sempit itu (gak kebayang kalau ada yang kentut), kami setia melihat aksi Ksatria Baja Hitam mengeluarkan jurus mautnya, Pedang maut dan Tendangan Maut, dan jurus inilah yang dia turunkan kepada saya seorang (lewat mimpi), dan sayapun membuktikannya di sekolah bersama temen-temen saya yang lain, dan sayapun malu karena bukan hanya saya yang punya jurus itu, semua teman saya punya, hahaha…

Ksatria Baja Hitam Pindah tayang.

Tahu nggak, pada waktu itu saya sedih banget, dan khawatir tidak bisa mengikuti jejak ksatria baja hitam yang sudah mempunyai banyak kekuatan dan bisa berubah ke banyak bentuk, KBH RX, RX Bio, dan RX Robo. Ksatria Baja Hitam pindah tayang ke hari Selasa sekitar jam 16.00 atau 17.00an, sedangkan jam segitu saya masih sekolah madrasah (sebutan untuk sekolah agama/diniyah pada saat saya masih kecil, padahal artinya ya sama sekolah sama madrasah), Namun setelah memasuki hari selasa pertama sejak KBH pindah tayang saya dan temen-temen yang lain bisa berlega hati, karena kita bisa pulang lebih awal, tentunya, dengan sedikit rengekan dan manjaan pada Pak Badi (guru agama saya).

Hampir semua seri Ksatria Baja Hitam tak ada yang terlewatkan, hanya saja mungkin saya sudah lupa, cerita dari tiap serinya, yang jelas cerita singkatnya akan saya ceritaiin di postingan berikutnya.

tau kan saya yang mana? hehe.. pasti yang berambut keren itu, (ke-dua dari kanan)

Subangshop.com merupakan toko on-line yang siap membantu Pengusaha Subang dan sekitarnya juga , seperti dalam bidang agribisnis, sembako, pengusaha kerajinan dan lain-lain terutama usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produknya, agar bisa bersaing dengan pasar-pasar modern”

Demikian itulah sedikit pengantar Pak Kiki M Iqbal, salahsatu pendiri Subangshop yang bisa saya kutip ketika launching Subangshop di Kafe Rumah Dilla, (kalau kurang-kurang dikit, saya minta maaf pa).

Sebenarnya bukan Launchingnya yang akan dibahas, tapi buka puasa gratisnya yang menjadi perhatian saya, haha,,, becanda brow, toh kita walaupun ga ada tawaran buka puasa bersama gratis kita tetep hapy dan buka puasa bersama-sama. Yah, yang bikin saya tak habis pikir, selama ini baru ada yang ngajak buka puasa bersama, namun belum ada tawaran sahur bersama, hehe.

Balik lagi ke topik yang akan saya bahas, Subangshop.com sebenernya merupakan metamorfosis (atau apalah namanya) dari blogger subang, toh pada kenyataannya punggawa-punggawanya masih orang-orang blogger subang (blogger subang keren-keren tau, nanti saya ceritain deh kapan-kapan), sepertinya banyak alasan yang mendasari Pa Kiki M Iqbal, Mas Yanu, Mang Annas, Mang Brayn, Om Oki dll mendirikan subangshop, lebih ke ranah sosial, prihatin pada kondisi perekonomian Subang, khususnya pengusaha kecil (seperti, warung toko dan pasar tradisional ) semakin tergerus oleh maraknya pasar modern, subang shop ini andil dalam mempromosikan dan memasarkan produk-produk pengusaha-pengusaha kecil menengah di kota subang dan sekitarnya agar bisa bertahan dan bersaing dengan pasar modern. itu sisi sosialnya, ya  sebenarnya lebih ke sisi profitnya juga sih, hehe. Jadi pengen ikutan gabung di subangshop, siapa tau saya bisa berkontribusi disana, dan jelasnya dapat penghasilan deh. hehe

Jadi gini, saya ceritain mekanisme kerjasama di subangshop. Jika Anda orang Subang dan sekitarnya, sebagai pengusaha (sekala besar atau kecil) mempunyai produk, kemudian ingin produknya lebih dikenal secara luas oleh banyak orang, maka anda dapat mempromosikan produk anda di Subangshop, caranya, hubungi Pak Kiki M Iqbal dengan no kontak 082127140420-087760792282. (hehe,, gampangkan).

Oke, yang jelas subangshop ini adalah toko on-line, dan bisa dilihat di sini.

Pembaca Blog setengah ngawur ini yang berbahagia, beberapa hari ini saya membuat postingan yang berkenaan dengan hoby saya, namun kali ini saya akan mencoba membuat sinopsis film Hafalan Sholat Delisa, ya tapi sebenernya balik lagi ke salah satu hoby saya juga, nonton film. Hehe.

Hafalan Sholat Delisa, merupakan salah satu film yang belatar Aceh Nangroe Darussalam sewaktu terkena musibah Tsunami, megambil sebuah keluarga kecil yang berada di pesisir pantai Aceh, Lhok-Nga, Keluarga Abi Usman, yang terdiri dari Ummi Salamah, (Ibunda Delisa), Delisa, kak Fatimah, kak Zahra, kak Aisyah.

Keluarga yang bahagia dan penuh kasih ini sangat taat menjalankan ibadah, Ummi Salamah yang harus mendidik anak-anaknya dengan sabar,–karena sang Abi Usman sedang bekerja di pelayaran- dan bijaksana, Ummi Salamah selalu memberikan hadiah kepada putri-putrinya yang telah menyelesaikan Ujian Hafalan Bacaan Sholat.

Demikianpun De’Lisa (bukan De’Nisa atau Danisa Lho, hehe) putri bungsunya ketika akan melaksanakan Ujian Hafalan bacaan Sholat De’lisa dijanjikan akan diberi hadiah berupa kalung yang ada hurup “D” nya, “D” Untuk Delisa, katanya.

Namun, dalam film ini dihiasi oleh perselisihan kecil antara kak faimah dan De’Lisa, sepertinya Fatimah iri karena kalung yang diberikan Ummi Salamah kepada De’Lisa lebih indah dibandingkan dengan kalung yang diberikan kepadanya dulu.

Disinilah kebijkasanaan Ummi salamah, sehingga bisa membawa Fatimah menghilangkan rasa irinya. Dan kembali bisa mengasihi adeknya, De’Lisa.

Baca Juga sinopsis saya yang lain

Sinopsis : Crazy Little Called Love, Film drama romantis Thailand 

Gempa dan Tsunami, 26 Desember 2004

Tiba saatnya, Hari yang dinantikan De’lisa, Ujian Hafalan bacaan sholat bersama ustadnya, malangnya, ketika De’lisa sedang ujian hafalan bencana tsunamipun datang dan mennghantam Aceh, Lhok-Nga pun hancur berkeping-keping hampir seluruh penduduknya meninggal, hanya beberapa orang yang tersisa.

Kak Fatimah, Kak Zahra, Kak Aisyah, semuanya meninggal ditelan Tsunami, bagaimana dengan De’Lisa dan Ummi Salamah? Nonton aja deh Filmnya, bentar lagi buka puasa nich, saya mau beres-beres dulu, haha…

Berikut ini, video  lagu Kasih Ibu  Ost Hafalan Sholat De’lisa dan liriknya.

video kasih ibu OSt. Hafalan Shalat De’lisa

berikut ini lirik lagunya.

Hafalan Shalat Delisa
Lembut ku kenang kasihmu ibu,
di dalam hati ku kini menanggung rindu
Kau tabur kasih, seumur masa
bergetar syahdu, oh didalam hatiku

Sembilan bulan ku dalam rahim mu
bersusah payah oh ibu jaga diriku

Sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku oh ibu buah hatimu

Tiadaku mampu membalas jasamu
hanyalah doa oh disetiap waktu
Oh ibu, tak henti ku harapkan doamu
Mengalir disetiap nafasku. Ibu…

ikan cupang (image from gandulet.blogspot.com)

Nah setelah, saya mengetahui beberapa informasi tentang ikan hias terutama ikan cupang, (baca, Ikan itu namanya cupang) Ikan cupang merupakan ikan hias yang mudah untuk dipelihara, percaya deh. Hehe, sok tau dikit, padahal baru 2 hari punya ikan cupang.

Berikut ini, akan saya berikan tips merawat ikan cupang, informasi ini saya cari tau di Internet:

Pertama, Gunakan wadah yang bersih, wadah bisa menggunakan aquarium, botol, keler (wadah kueh) ataupun gelas besar.

Kedua, Siapkan air bersih, sebelum dimasukan kedalam wadah sebainya endapkan dulu kotoran dalam air dan gunakan saringan ketika memasukannya kedalam wadah.

Ketiga, masukan ikan cupang kedalam wadah/tempat dengan hati-hati.

Keempat, beri makan secara teratur dengan secukupnya, dengan menggunakan dedak halus atau bisa dibeli di toko ikan hias. Supaya menjaga kebersihan wadah, berikan makan secukupnya, karena ikan cupang merupakan ikan yang bersifat tahan, tahan cuaca, suhu, kondisi air, juga tahan laper kali. Hehe

Kelima, bersihkan wadah dan gantilah air paling tidak seminggu sekali, atau jika kondisi air sudah mulai keruh dan kotor, biasanya permukaan air sudah kelihatan banyak busanya.

Nah, itulah tips cara merawat ikan cupang dari saya.