Kemarin, waktu ada acara halal bihalal Blogger Subang saya diperkenalkan oleh pa Kaka Suminta (Guru dan Senior saya di Blogger Subang) dengan sebuah istilah yang baru buat saya, Hypnosis. Sebelumnya saya memang sudah pernah mendengar  kata hypnosis, tapi dengan “t”, lebih tepatnya Hypnotis, dan saya mengira kedua istilah itu sama, namun ternyata berbeda, menurut beberapa literatur yang saya baca di Internet, Hypnosis adalah ilmunya, atau kegiatan yang berkenaan dengan sugesti ke alam bawah sadar, sedangkan Hypnotis adalah orangnya atau pelakunya.

Kita lebih banyak ditahukan kata Hypnotis oleh sebuah acara televisi, yang dipandu Uya Kuya atau Romi Rafael, Jenisini hanya sebagai hiburan atau stage hypnosis , atau kita lebih sering mendengar berita kejahatan-kejahatan di televisi yang dilakukan oleh Hypnotis, termasuk salah satu contohnya ada beberapa temen saya yang menjadi korban kejahatan Hypnotis, sepeda motor, hape, kamera digital dan beberapa barang berharga miliknya lenyap digondol si Hypnotis.

Adalagi, salah seorang korban (penyalahgunaan) Hypnosis yang pernah saya wawancarai di tahun 2010an, Korban yang merupakan siswi yang mendapat beasiswa ke Jerman di Kabupaten Subang harus merelakan melepas beasiswanya tersebut dikarenakan diculik dengan cara dihipnosisoleh sebuah kelompok misterius, kelompok tersebut membawanya hingga ke Jawa timur sana, beruntung dalam perjalan si korban tersadar, dan melarikan diri, hingga beberapa hari kemudian, akhirnya korban yang perempuan itu, ditemukan oleh keluarganya di Brebes, Jawa Tengah.

Itulah yang kita sering dengar dari istilah Hypnosis dan Hypnotis, tapi sebenarnya bukan sekedar itu, ada sesuatu yang luar biasa tersembunyi dalam Hypnosis, diantaranya adalah penyembuhan yang dilakukan dengan cara menghipnosis, baik oleh orang lain (hypnotis) atau menghipnosis diri sendiri (self-hypnosis). Cara penyembuhan ini dinamakan Hypno-Teraphy.

Bahkan, sekarang  ada pengembangan dari hypnosis yaitu penyelidikan dan penyidikan sebuah kasus yang dilakukan polisi untuk mengungkap sebuah kasus kejahatan, hal ini dilakukan dengan cara menghipnosis saksi mata, pelaku bahkan korban (yang masih hidup tentunya, he), hipnosis jenis ini dinamakan Hypno-Forensic.

Dalam perkenalan dengan hypnosis itu, pa Kaka Suminta (selanjutnya: Papih) mendemokan hypnosis, ilmu yang sekarang sedang diperdalam olehnya. Kami diminta memejamkan mata dan merilekskan tubuh, dengan kedua tangan diangkat kedepan, tangan kiri menghadap ke atas, tangan kanan sebaliknya, kemudan papih dengan kata-kata ajaibnya memasuki alam bawah sadar kami, dalam pengantar (kata-katanya) papih mengilustrasikan bahwa tangan kiri kami sedang mengangkat beban yang berat, sedangkan tangan kanan sebaliknya, terangkat oleh balon yang banyak dan besar, apa yang terjadi? Ajaib!!, setelah kami membuka mata, posisi tangan kiri kami menurun bahkan rasanya seperti abis mengangkat kiloan beban, sangat berat. Kemudian tangan kanan, sebaliknya, terangkat dan terasa ringan.

Kemudian, demo lainnya, Papih meminta kami memejamkan mata, dan papih membawa kami ke alam bawah sadar, memerintahkan mata kami untuk  terpejam, dan seolah-olah tidak bisa membuka mata, apa yang terjadi, Mata saya benar-benar terpejam erat, tidak bisa terbuka, sayapun buta.

Selanjutnya, papih membawa untuk mengendurkan otot syaraf kami,  dan meminta untuk lebih dalam lagi memejamkan mata, pada akhirnya, kami benar-benar rileks, dan lucunya, ada beberapa temen saya yang kebablasan, tertidur. Jujur, itu adalah pengalaman pertama saya dihipnosis. Hingga mata saya buta untuk sementara.

Advertisements