Pernahkah anda merasa tidak yakin terhadap hidupmu sendiri? Pertanyaan inilah yang sebenarnya sekarang sedang menghinggapi benak saya, kalau anak jaman sekarang bilang, saya ini dikategorikan orang yang sedang “galau”, ya, galau tingkat tinggi, dimana ketidak yakinan menghadapi hidup sedang menghinggapi saya.

Bayangkan, Selepas saya berhenti mengajar, mengundurkan diri, saya bener bener tidak punya pendapatan, kuliah saya belum selesai hingga menginjak tahun ke 6, sebuah penawaran program ke USA dari kampus tidak ada kejelasan, Usaha kecil-kecilan saya dengan rekan-rekan di Rutin Management pun stagnan, bahkan bangkrut, saya tidak yakin dengan hidup saya dan masa depan saya.

Wajar nggak ketika saya bertanya pada diri sendiri tentang ketidak yakinan diri saya ketika dihadapkan dengan beberapa masalah ini, saya kira wajar selama saya ini adalah manusia, karena menurut salah satu guru saya manusia itu mempunyai hati, sedangkan hati dalam bahasa arab hati itu adalah qolbu ; tsumiya bi qolbi, likastroti taqolubihi, dinamakan kalbu karena seringnya berbolak balik, jadi hati manusia sering berbolak balik pendirian, tidak teguh pendirian, dan tidak konsisten, Nah, sedangkan manusia yang baik adalah orang yang bisa mengendalikan kalbunya, agar selalu mempertahankan keyakinannya, itu kurang lebih apa yang disampaikan guru saya.

Sekarang pertanyaannya? Apakah pembaca pernah marasakan hal seperti saya? Merasa tidak yakin terhadap diri sendiri? Dan bagaimana untuk mengatasinya?.

Advertisements