Ada apa sih dengan hari minggu?  Kenapa sih setiap orang selalu menunggu hari minggu? Kenapa malam minggu itu menjadi istimewa? Padahalkan sebenarnya harinya adalah hari sabtu malam? Tapi tetep saja pas diucapin kata “minggu“nya kesannya jadi wah gitu.

Padahal jujur, saya sendiri kurang begitu suka dengan hari minggu, sebenarnya gak ada yang salah dengan hari minggu, dan saya juga tidak menyalahkan hari tersebut, akan tetapi saya menyayangkan kondisi hari minggu atau malam minggu pada umumnya.

Dulu, sewaktu saya punya pacar (hehe, waktu agak brondongan dikit) saya paling alergi keluar malam minggu, dan saya bersama pacar (dulu: sekarang dah mantan) membuat kesepakakatan kalau kita mengganti hari istimewa dalam tanda kutip, keluar, makan, jalan-jalan dan jenis aktifitas pacaran selayaknya lho) itu dilakukan pada malam jum’at, ya walaupun agak hororan dikit tapi kita sepakat dan menjalaninya.

Alasan mendasar, yang membuat saya kurang suka adalah malam minggu itu adalah malam yang terjadi pada sabtu malam menuju hari minggu, dimana hari minggu itu adalah hari libur kerja, sehingga orang bisa melakukan aktifitas pada malam tersebut dengan porsi yang cukup banyak, dalam artian, malam minggu akan menjadi malam yang lebih panjang dari malam-malam sebelumnya untuk melakukan kegiatan malam, sedangkan hari minggu merupakan hari libur kerja, sehingga orang yang bekerja bisa melakukan aktifitas yang membikin fress pikiran setelah 6 hari beraktifitas, atau bisa dikatakan hari libur, libur bekerja dan menggantinya dengan aktifitas selain bekerja.

Sehingga, pada malam minggu suasana kota menjadi ramai, berisik bahkan akhir-akhir ini malam minggu itu malam menyeramkan buat saya, banyak yang gila karena terpengaruh alkohol, trek-trekan, pacaran di tempat-tempat tertentu, bahkan di taman masjid, dll, sehingga saya tidak atau kurang meminati malam minggu.

Tidak jauh dengan malamnya, hari minggu, banyak orang menyalahgunakan hari minggu sebagai hari libur, Menurut salah seorang guru saya, Definisi libur adalah perpindahan dari pekerjaan satu kepekerjaan lainnya, jadi libur bukan berarti diam, tidur dan lainnya sehingga tidak dikatakan produktif. Lho kapan tidurnya? Nah untuk tidur itu, sebenarnya seharusnya dihilangkan dari kamus kehidupan orang-orang musilim modern, yang ada adalah istirahat, bedanya, istirahat berarti menghentikan aktifitas tubuh atau pikiran, dengan tujuan untuk memulihkan tenaga dan pikiran sehingga ketika beraktifitas utama bisa segar kembali, sedangkan tidur, ya tidur, salah satu cara untuk beristirahat.

Nah, jadi, kita kalau tidur bukan kuantitasnya yang diperbanyak akan tetapi kwalitasnya yang diperbaiki, sehingga walaupun kita tidur sebentar kita sudah melakukan istirahat dengan baik.

Itu aja dulu, tulisan saya kali ini, maaf kalau terlalu banyak berteoritis dan kurang mendasar, mohon kritikannya, hehe

Advertisements