Menurut saya: Iklan LA versi Kambing dan Rumput Tetangga

7 July 2011

(siapa yang mau bermetamorfosis menjadi kambing, hayooo…)

Kambing A (menoong/mengintip rumput tetangga yang nampaknya lebih lebat, hijau, dan subur) “rumput tetangga lebih asik,” ujarnya, kemudian mendekati sekumpulan kambing lainnya, dan mengajak untuk pindah ke rumput tetangga)

“ayo,ikut” kepada kambing B yang sepertinya lebih asyik dengan rumput di wilayahnya sendiri, kambing B pun tak bergeming.

Melihat keadaan kambing B yang cuek kambing (hehe, , , kalo bebek mungkin cuek bebek) kambing A pun mengajak kambing yang lain, dan semua kambing mengikuti jejak kambing A kecuali kambing B yang asik ngagayem (mengunyah) rumput yang ada dihadapannya.

Dengan berbekal sebuah kotak, kambing-kambing yang tergiur dengan rumput tetangga itupun berbondong-bondong meloncati pagar, dengan dikomandani kambing B.

Setelah berpindah kambing-kambing tersebut bersuka ria, dan segera melahap rumput yang kelihatannya asik dan lebat itu, namun, , ,

“Ups” ternyata rumput tersebut palsu, alias berbahan synthetis (nyang biasa dipake maen futsal itu lho). Lebih malang lagi wilayah tetangga itu ternyata milik sang raja hutan, singa (tapi bukan singa edan, hehehe). Kambing-kambing yang terjebak itupun berlarian menyelamatkan diri.

Sedangkan Kambing B dengan asyiknya bergumam “Lebih asik makan rumput di rumah sendiri”.

Yah kurang lebih seperti itulah cuplikannya, -kalau salah-salah dikit mohon toleransi ga usah di koreksi dan gak butuh kritikan (hehe buat saat ini)- maklum saya bukan Tim Kretif  iklan LA.

Mengulas iklan tersebut kenapa kok fikiran saya langsung nyambung ke kondisi masyarakat Indonesia, terutama dengan melihat banyaknya pemberitaan tentang penderitaan TKI (lebih kepada TKW sich) di negeri perantauan, seolah-oleh iklan tersebut merupakan kritikan kepada masyarakat Indonesia yang dengan berbagai motif dan berbagai alasan banyak memilih untuk bekerja di negeri orang dari pada di negeri sendiri.

Namun mereka hampir tidak memikirkan resiko yang secara realita memang sangat besar, penganiayaan, pelecehan seksual, penindasan, hingga berujung pada kematian ini kerap terjadi, dan itu digambarkan dengan kambing A beserta kawbing (kawanan kambing) lainnya.

Sedangkan kambing B mencerminkan orang yang enjoy dengan mencari nafkah di negeri sendiri, nah sekarang anda memilih menjadi kambing yang mana? Kambing A atau Kambing B, dan jujur saya gak mau milih jadi Kambing. Hehehe. Enjoy aja LA light, .

Bagaimana menurut anda?

(aduh mana samsu tehnya, , , ngaroko heula ah…)

Advertisements

4 Responses to “Menurut saya: Iklan LA versi Kambing dan Rumput Tetangga”

  1. Teruskan Berkarya hai anak bangsa !!!!

  2. fajar bond said

    apakah nikotin juga bisa merubah nasib TKW? hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: