Aku pernah bermain perahu kertas,

ia mengalir dibening air sungai

dan berhenti di nadimu

Daun itupun jatuh dan menabrak reranting jiwa,

berakhir di urai rambutmu

Embun di pagi itu,

pernah juga kutemu di indah matamu,

denting di syair itu,

menyapa lembut, seperti hatimu,

sungguh dirimu, wanita terindah

Advertisements