Moreli (bagian ke-dua)

9 January 2011

Entah kenapa aku kembali berkeinginan untuk melanjutkan tulisanku berjudul Moreli, Selain memang Moreli mempunyai kenangan indah bersama mantan ku yang pertama (yang jelas bukan kenangan yang diceritain di moreli Bag. Pertama), sampai saat ini aku tak habis fikir kenapa Moreli banyak dikunjungi muda-mudi Subang, khususnya para ABG.

Pada hari minggu pagi 9 Januari 2011 aku sengaja melakukan penelitian -lebih tepat pengintaian-, pekerjaan yang sebenarnya gak ada kerjaan ini merupakan survei lanjutan malam sebelumnya (Malam Minggu) yang kembali rasa penasaranku datang, semalam aku melihat banyaknya ABG yang datang ke Moreli, di kegelapan itu, entah apa yang mereka lakukan.

Dan paginya, aku sengaja mencuri gambar sekelompok remaja ABG yang sedang pada Nongkrong disana.

(Sekelompok remaja yang lagi nongkrong di Moreli, aku ngambil gambar sambil tiarap, seperti Tentara yang melakukan penyerangan, hehe,..)

Ternyata, memang Moreli merupakan tempat yang asyik wat nongkrong, kalau gak asik mana ada orang-orang pada nongkrong disana, dengan banyaknya para remaja yang pada nongkrong disana menandakan bahwa Moreli tempat yang asyik wat sekedar duduk-duduk dengan disuguhkan pemandangan sawah dan kebun karet yang luas.

Selain itu, sepertinya Moreli menjadi tempat yang pas buat para remaja yang baru pacaran, suasana romantis terpancar disana, haha,.. Setidaknya mereka bosan dengan pemandangan kota Subang, dan mungkin juga mereka takut kepergok sama orang tua mereka sewaktu pacaran makanya Moreli menjadi tempat yang bisa dibilang aman.

Owh, ada lagi, dikarenakan luasnya jalan di Moreli makanya sebagian orang menggunakan tempat itu untuk belajar berkendaraan, entah mobil, motor atau sepeda (kadang-kadang ada juga lho) termasuk aku, aku belajar mengendarai sepeda motor disana juga.

Tapi yang jelas, Moreli dengan segala potensi yang dimiliki (Keindahan, kesejukan, luas, pemandangannya) jangan dibiarkan menjadi ajang kemaksiatan (baca Moreli Bag. Pertama).

Aku setuju dengan dilakukannya Patroli oleh Kepolisian di tiap malam Minggu ke Moreli hal tersebut merupakan kepedulian kepolisian terhadap lingkungannya, jangan sampai sebagian dari kota Subang dicemari oleh anak-anak remaja yang kurang pendidikan moral, denan melakukan mesum disana, dan seharusnya dilakukan efek jera terhadap yang menodai keindahan Moreli.

Tetapi, jangan ada juga oknum kepolisian yang memang menyalahgunakan bajunya untuk memeras para remaja yang sedang dimabuk asmara itu. (*)

Entah aku juga tidak memikirkan akankah ada orang yang membaca tulisan ini yang jelas aku hanya bangun pagi-pagi kemudian mandi setelah itu aku manasin air di dispenser buat bikin susu dan sarapan roti dengan memakai uang seribu yang terakhir ku punya untuk minggu ini setelah itu  langsung ku umbar jari-jari ini menari di keyboard computer di rumah kos-kosanku.

Apa yang hendak aku tulis sampai paragraf kedua ini aku bingung, apaan yah? Yang jelas aku harus nulis apa aja supaya otakku mengalir seperti ikan di sungai yang kelaparan, yang jelas bukan seperti otak ikan yang sangat minimalis. tapi aku juga suka makan otak ikan dari kecil sampai sekarang, katanya sih bikin otak kita jadi cerdas, mitos –entah apalah- itu juga ternyata nyampai ke keponakan ku yang masih kelas 2 SD  sewaktu kemaren makan bareng ma aku katanya diajarin oleh mamahnya.

Maybe, dengan makan otak ikan kapasitas otak kita akan bertambah,  kayaknya no relation dech kalo makan otak ikan itu bisa memperbesar kapasitas  otak. Kalau seandainya membuat kita cerdas? Ga juga deh perasaan si Hariyanto (temen SD/yang pertama ngajarin aku makan otak ikan) prestasi di kelasnya malah ancur banget (sory to), malahan mendiingan aku suka dapat. (terhenti nulisnya, ada pesen masuk) aku lanjutin yah, pujian dari gurulah kalau aku bisa jawab pertanyaan-pertanyaannya. Seberapa banyak sih si Yanto itu makan otak ikan?, banyak banget, soalnya bapaknya tuh  suka banget  sama yang namanya ikan, walaupun beliau bukan nelayan (rata-rata pekerjaan didaerahku) rate makan ikannya melebihi orang-orang sekitarnya, nyampe kira-kira minimal 2 kg tiap hari, pantes aja anaknya nasihatin aku banyak makan otak ikan supaya cerdas ya karena dia punya kesempatan makan otak ikan lebih banyak daripada aku, walaupun sebenarnya enak juga otak ikan itu, pernah nyoba? Jangan-jangan pembaca ga tau caranya membedah otak ikan, (jangan ngebayangin membedah atau operasi kanker otak nanti malah jijik deh).

Eh ternyata aku ga sadar udah 3 paragraf nulis ngawur kayak gini. Ga penting banget yah nyeritain otak ikan?!   Tapi yang pentingkan aku nulis, eh sebentar!!! Kayaknya dari tadi air di dispenser mendidih, aku bikin susunya dulu yah, owh ya,aku masih punya rorok 1 batang lagi, (5 menit terhenti)
Lanjut yah, udah jadi ni susunya, plus roti isi coklat (kayaknya di campur sama tepung gitu deh coklatnya) dan terselip sebatang rokok filter dijariku. Biasanya aku ngopi, kopi hitam, kata temen-temn sih karuhun, sebenernya aku ga ngerti apa maksudnya?! Yang jelas menurut aku kopi hitam paling enak dan nyegerin otak, kayaknya otak tuh fress kalau udah nyeruput –apa bahasa bakunya yah?- kopi si karuhun. Tapi sekarang aku nyobain minum susu di pagi hari, selain emang ga ada duit buat belinya, aku juga mau ngurangin ngopi, dasar mabah surip, syairnya itu yang kebayang terus, “yang pengen awet muda kurangin tidur banyakin ngopi” eh malah beliau gugur lebih awal dimedan perang melawan jantung.

Susu lebih sehat, katanya juga sih, mih (panggilan ibu) dan mpa (ya bapak dong), guru, iklan-iklan dan banyak aku baca lewat buku kalo susu itu emang mengandung banyak gizi dan menyehatkan. Sehingga aku ambil kesimpulan untuk nurutin mereka.

Aku ngeroko dari kelas 2 SMP (sebenarnya MTs, supaya pembaca paham aja) ga ada yang ngajarin, ga kebayang sebelumnya kalau mau jadi pecandu rokok, awalnya cuma pengen dipuji aja sama Sari (temen sekelas) yang emang waktu itu tercantik dikelas itu. Tapi kenyataan malah berbeda Sari malah benci banget ma aku, dan aku jadi kecanduan sama rokok. Dasar cinta, emang monyet yah, eh buta maksud aku. (berhenti dulu)

Person of The Year 2010

3 January 2011

Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook

Usia Mark Zuckerberg baru 24 tahun, tetapi ia bisa menghasilkan 1,5 miliar dollar AS. Keberhasilan pria pendiri Facebook, salah satu situs jejaring sosial ternama di dunia, ini membuatnya nangkring dalam jajaran 400 orang terkaya di Amerika versi Forbes. Tidak hanya itu, dalam jajaran tersebut ia juga dinobatkan sebagai orang kaya yang paling muda.

Semula, Zuckerberg mengembangkan Facebook di dalam kamar asramanya semasa kuliah di Harvard. Anggota pertama yang bergabung dalam Facebook adalah teman-temannya sendiri. Dalam jangka waktu dua minggu, sepertiga dari siswa Harvard telah menjadi anggota tetap Facebook.

Walaupun ia sempat mengenyam pendidikan di Harvard, bahkan merintis Facebook di perguruan tinggi ternama itu, ia tercatat belum menyelesaikan studinya sehingga titel sarjana pun belum disandangnya.

Pengguna Facebook terus meningkat dan kini mencapai 100 juta member di seluruh dunia dengan keuntungannya ditaksir mencapai 300 juta dollar per tahun. Malah ada sejumlah orang yang tak lagi jadi mahasiswa atau yang masih di sekolah ingin bergabung.

Jejaring yang dihim­punnya meliputi 55.000 jaringan berdasarkan demografi, pekerjaan, sekolah, kolegial, dan sebagainya. Setiap harinya ada foto yang di-upload (dimasukkan ke Facebook) dan pesan yang dikirim.

Prestasi yang diraih Zackerberg tak benar-benar mulus. Sejumlah perkara ia dapatkan sehubungan dengan Facebook, termasuk tudingan yang menyebutkan rancangan Facebook sebenarnya tiruan. Di tengah sejumlah kontroversi itu, nama Facebook dan Mark Zackerberg tetap digemari banyak orang.

Bahkan, Microsoft tertarik untuk membeli 1,6 persen saham Facebook dengan nilai 240 juta dollar, akhir Oktober lalu. Transaksi ini menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata lebih tinggi, yaitu sekitar 15 miliar dollar. Setelah itu sejumlah tawaran mengepung Facebook.

Lebih dari seratus juta warga dunia kini keranjingan dengan jaringan sosial di dunia maya, Facebook.com. Lewat situs ini, pengguna dapat memperluas pertemanan lintas benua, bahkan kembali “bertemu” dengan kawan-kawan atau pacar lama yang tidak terlihat lagi seusai perpisahan sekolah.

Presiden AS Barack Hussein Obama bahkan memanfaatkan situs ini sebagai salah satu cara untuk meraih dukungan dalam Pemilihan Presiden AS, tahun lalu. Inilah buah karya Mark Elliot Zuckerberg, seorang keturunan Yahudi AS, salah satu dari tiga pendiri Facebook.

Mengapa Facebook melejit? Pakar teknologi informasi, Dr Linda M Gallant, Asisten Profesor dari Emerson College, Boston, memberi penjelasan, “Situs internet umumnya menyajikan informasi dan para penjelajahnya hanya menerima apa adanya. Sekarang ini para penjelajah ingin berpartisipasi sebagai pengisi situs. Facebook memenuhi hasrat itu.”

Mengapa Facebook mengejar My Space, situs jaringan sosial terbesar pertama di dunia sebelum April 2008? Keadaan bahkan sudah berubah, Facebook tidak lagi nomor dua sebagaimana ditulis di situs Techcrunch.

Situs Mashable (The Social Media Guide) menyatakan, desain Facebook lebih enak dilihat dan dijelajahi serta menawarkan hal-hal yang lebih riil. Sebagai contoh, Facebook menawarkan orang lain yang kira-kira Anda kenal untuk di-add (ditambahkan) jadi teman. My Space juga menyodori Anda beberapa teman, tetapi termasuk menyodori orang-orang dari negeri antah berantah menjadi teman.

Apa pun latar belakang kemajuan Facebook, nama Zuckerberg sudah melejit ke seluruh dunia seperti meteor. Banyak pengguna Facebook yang merupakan orang-orang elite dunia. Facebook juga menjadi sarana komunikasi para karyawan Toyota, Ernst & Young, dan perusahaan kaliber dunia lainnya.

Di Facebook, Zuckerberg bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan umum dan penyusunan strategi perusahaan yang kini menjadi rebutan para pemasang iklan dan para investor.

Zuckerberg telah mendapat julukan sebagai “salah satu orang yang paling berpengaruh pada tahun 2008? versi majalah Time. Pada Forum Ekonomi Davos 2009, Zuckerberg termasuk dalam daftar pemimpin muda karena prestasi dan komitmen terhadap masyarakat serta berpotensi menyumbangkan ide untuk membentuk tatanan dunia baru.

Pemuda itu tampil dalam sesi “Pengalaman Digital Mendatang” pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Peserta lain yang hadir antara lain Chad Hurley (YouTube), Craig Mundie (Microsoft), Shananu Narayen (Adobe), Hamid Akhvan (T-Mobile), dan Eric Clemmons (Wharton).

Salah satu poin menarik yang diberikan Zuckerberg adalah bahwa lebih dari 100 juta orang secara aktif menggunakan aplikasi bergerak pada Facebook. iPhone Facebook saja telah memiliki 5 juta pengguna aktif bulanan dan Blackberry untuk Facebook memiliki 3,25 juta pengguna aktif bulanan.

Pada tahun 2006, Zuckerberg mencengangkan dunia karena menampik tawaran Yahoo untuk membeli Facebook seharga 1 miliar dollar AS (atau sekitar Rp 12 triliun). Setahun kemudian, Microsoft membeli 1,6 persen saham Facebook seharga 240 juta dollar AS. Kini nilai ekonomi Facebook ditaksir sebesar 15 miliar dollar AS.

Zuckerberg yang lahir dari keluarga dokter yang kaya memiliki 20 persen saham di Facebook senilai 3 miliar dollar AS. Majalah Forbes mendeklarasikan Zuckerberg sebagai miliuner “self made” termuda di planet ini.

Namun, jangan tanyakan perihal kehidupan pribadinya, tidak banyak yang diketahui. Maklum, ketika di SMA pun dia sudah berkutat dengan urusan komputer. Ketika itu dia ingin membantu jaringan yang dimiliki ayahnya untuk dipertemukan lewat dunia maya.

Kebiasaan ini terus melekat dan dia lupa belajar. Karena urusan komputer dan teknologi informasi inilah dia drop-out dari Harvard.

Entah iseng atau tidak, Facebook kini kebanjiran uang. “Mengherankan juga, begitu banyak tawaran datang,” kata Zuckerberg kepada Techcrunch pada 7 Desember 2008.

Tidak banyak kalimat lain dari Zuckerberg selain ambisinya terus membuat Facebook senyaman mungkin untuk jadi alat penyatu warga dunia. “Bukankah kami memiliki situs, yang membuat Anda merasa lebih enak menggunakannya?” ujar Zuckerberg.

(didapat dari http://matakucing.student.umm.ac.id/)

Lebih berarti

2 January 2011

akel hasanudin

Akel, ngeplay, . .

oleh Epul Katama pada 02 Januari 2011 jam 22:24
Kepergianmu membuat aku bahagia,
Bukan aku tak cinta tapi sungguh tak ingin sakitimu
Biarkan ku sendiri, yakin dirimu akan lebih berarti tanpaku disisimu.

Aku merasa dalam sangkarmu,
bukannya aku tersiksa dengan sikapmu,
kau sungguh sempurna bagiku,
lebih dari yang kuinginkan

Seandainya maaf ini kusampaikan,
semua jalan kan kutempuh

Moreli

1 January 2011

“Kegelapan penuh dengan kebebasan, karena dengan terang akan terbatasnya gerak,”. (dannur)

Tak habis fikir, semenjak aku bertempat tinggal -tepatnya ngontrak- di samping kampus Unsub ke arah Moreli (bekas pabrik selai nanas) hampir di tiap sore hingga menjelang tengah malam, jalan tersebut selalu dilewati dengan cewek-cewek cantik yang herang nga genclang. Sebagian dengan cowoknya dan ada juga hanya gerombolan cewek bermotor dengan riang tawanya sambil bercanda. Ada apa sebenarnya di Moreli sehingga cewek-cewek tersebut selalu kearah sana.

Ditengah penasaranku, usut punya usut, ternyata Moreli yang tempatnya gelap gulita dengan semak belukar ini merupakan tempat mojok para pasangan baik muda mudi, atau para tua keladi yang hanya ingin melepaskan sedikit hasrat sexnya.

Kalau penasaran coba tengok aja ke sana anda akan menemukan Mobil bergoyang, Motor Bergoyang, dan Tikar Bergoyang, hahaha, . . Soalnya aku pernah mergokin (Bukan ngintip lho) hehe,…

Hal ini menandakan bahwa gelapnya Moreli menjadikannya bebas seseorang melakukan apa saja sekehendak hati, dan sebaliknya terang itu akan menjadikan seseorang terbatas dalam bergerak.

Dang!!! Bener juga kata lu,…