Café-ka Bukan Sekedar Ngopi

15 January 2011

Sepertinya kata “aku” untuk menamakan diriku sebagai kata tunggal lebih narsiz dan ke kotaan, setelah melakukan kontemplasi yang sangat panjang dan rumit (didramatisir, hehe) aku akan menggantikan kata “aku” diblog ini menjadi saya, jadi aku akan memanggil dan menyebut keakuanku dengan kata saya, jadi kedepannya seperti ini. .  .

Saya, dengan beberapa teman di Komunitas saya akan melakukan diskusi “pergerakan” di Café-ka, sebuah tempat yang bukan hanya sebagai tempat ngopi dan nongkrong akan tetapi lebih dari itu, Café-ka akan menjadi sumber inspirasi, sumber keluarnya ide-ide kritis para aktifis dari kalangan jurnalist, mahasiswa dan sebagian Eksekutif yang masih mempunyai nilai idealisme.

Jadi, jangan berpandangan kalau Café-ka merupakan tempat berkumpulnya para “mesumers”, akan tetapi  Café-ka ini tempat orang-orang yang mempunyai waktu luang untuk memikirkan kemajuan bangsa, ce’ileeee. . . (narsis mania).

Kenapa diberi nama Café-ka? Sebenarnya bukan kewenangan saya untuk menjelaskan penamaan ini, karena pemilik Café-ka adalah Papih (Kaka Suminta), berarti beliaulah yang punya kewenangan untuk menjelaskannya, tetapi kalau boleh saya berteori –lebih tepat mengira-ngira- Café-ka ini merupakan sebuah singkatan yang kepanjangannya Café Kaka Suminta.

Sesampainya ke Café-ka, tepatnya di Ranggawulung, Subang, saya bersama kawan-kawan bukannya melakukan diskusi malah segera melakukan manuver dengan menggelar nasi Timbel, hehehe,

MANUVER. Rumah Tinta segera menggelar Nasi Timbel di Cafe-ka

Dalam prakteknya, kita berdiskusi mengenang Malari (Malapetaka Lima belas Januari) yang terjadi pada tahun 1974  merupakan peristiwa demonstrasi mahasiswa  yang terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (1417 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Dan selanjutnya, dari diskusi Malari itu kemudian ditarik substansi pergerakan ke wilayah ke daerahan, Subang.

Diskusi tersebut dihadiri oleh tiga elemen aktifis, Mahasiswa, Blogger, dan Jurnalist, sedangkan yang me-wakwak menjadi pengantar dialog adalah mang Anas (dari Blogger), kang Boing (aktifis senior), dan Papih (Ketua KPUD Subang, yang juga aktifis tulen).

Epul Dimana? Kali ini saya menjadi tukang photo

Diskusipun berjalan, . .  (tang…tung…teng…  tang…tung…teng…)

Dan Pada akhirnya, saya dapat mengambil kesimpulan dari pertemuan di Café-ka, perlu adanya revitalisasi ruh pergerakan, sehingga kita bukan saja dapat menyatukan suara pergerakan akan tetapi kita perlu melakukan penetrasi penjelasan pentingnya sebuah pergerakan terhadap mahasiswa untuk membangun sebuah bangsa yang adil, makmur dan sejahtera, tentunya mensejahterakan rakyatnya.

Dan pada kenyataannya, Ruh pergerakan tersebut sudah tergerus oleh hedonisme mahasiswa, mahasiswa lebih mementingkan kepentingan pribadi, kesenangan, hura-hura dan kegiatan yang sedikitpun tidak ada kontribusinya terhadap kemajuan bangsa.

Diskusipun berakhir, kembali dengan rasa penasaran saya dan rasa ingin tau, maka saya bersepakat dengan kawan-kawan yang lain untuk melakukan diskusi lanjutan, dan kembali akhirnya kami pulang dengan banyak PR, diantaranya adalah menyatukan isyu dalam pergerakan bersama mahasiswa lintas organisasi, selain itu, kami juga membawa oleh-oleh agar lebih mendalam mengkaji Pemekaran Subang. (*)

 

Advertisements

5 Responses to “Café-ka Bukan Sekedar Ngopi”

  1. pa ep kafe-ka tuh kafe aktifis lebih tepatnya…
    soalnya itu kata pa ka”…hehe

  2. owh ada yang kurang lebih tepatnya kafe komunitas aktifis..
    karna itu terlalu ekstrim maka diganti menjadi kafe-ka…

  3. vansliber said

    Duh raos pangin teun nya kang…. ngumpul2 teras ngopi bareng,,, di tampiling ku timbel… banjur weh ku es cendol… mantab2 postingan na kang…

    kapan2 mampir ka blog abdi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: