Ketiga sahabatku menjalankan LDR, Dadang menjalin hubungan dengan gadis Sukabumi, Ai Shofariah (kalau ga salah), entah dari mana memulainya mereka menjalin hubungan, yang jelas HMI mempertemukan mereka berdua, tidak berbeda jauh dengan Isman, sahabatku yang satu ini berpacaran dengan gadis Lampung, Decia Handayani, yang tentunya cost pacarannya lebih besar, mereka juga menjalin hubungan berawal dari HMI, Hal yang sama dilakukan Akel, hanya saja Melya Arfah sepertinya bukan dari HMi, pacar akel yang satu ini berasal dari Indramayu, hanya kuliah di Bandung.

Dari ketiga sahabatku itu, ternyata ada kesamaan, mereka menjalankan LDR, yang jujur saja aku belum pernah melakukannya, sekilas kalau diperhatikan LDR memerlukan tingkat kesetian yang lebih dari hubungan jarak dekat, tahan banting terhadap godaan cewek atau cowok, dan tentunya bisa nahan keinginan buat sedikit melepaskan letupan-letupan syahwat, hehe,..
Tetapi setelah aku perhatikan (entah salah atau ngga’ nya) ternyata LDR itu sangat sederhana dan tidak sesulit menjalin hubungan dengan jarak dekat yang resikonya sepertinya lebih besar, secara Cost memang tidak terasa keluarnya, tapi kalau di hitung ternyata lebih besar, bayangin saja, aku yang menjalin hubungan Short Distance Relationship (SDR) harus keluar budget lebih dari Rp. 50.000,- dipake bensin, pulsa, jajan, belum lagi sang pacar minta belanja. Berarti sebulan biaya pacaranku nyampe Rp.200ribu hingga Rp.400ribu, Itu itung-itungannya (semoga pacarku ga baca tulisanku yang satu ini, bisa-bisa aku ga bakalan dikasih yang enak-enak, hehe).

Selain itu, jujur aku pernah mengalami kegagalan menjalin hubungan, dikarenakan intensitas pertemuan yang terlalu sering, doi menolak aku balikan dengan alesan kita keseringan ketemu dan memang aku tiap hari bersama-sama dengannya, kemana dan dimana aku berada pasti bersamanya. (ya walaupun aku sudah merasa puas pacaran sama doi) dan yang satu ini akan dibahas lain kali.

Demikian pula Akel, ia juga ngalamin kegagalan hubungan jarak dekat, entah apa yang menjadi alasan mendasar.

Yang jelas menurutku, SDR lebih mempunyai resiko dibandingkan LDR, tetapi perlu menjadi catatan bagi yang LDR, ingat menjalin hubungan atau berpacaran tidak akan selamanya LDR, masa pacaran tidak akan ketemuan? Nah disanalah letak permasalahannya, orang yang LDR belum tentu bisa mengatasi permasalahan ketika berdekatan, berbeda dengan SDR yang teruji dengan selalu bersama atau dengan jarak dekat.

Tetapi yang SDR juga perlu waspada, suatu saat pasti akan berjauhan jarak, disana juga diuji kesetiaanya.

Sebenarnya, semuanya perlu dilakukan dan harus dialami (bukan berarti dengan mempunyai pacar ganda, yang deket dengan yang jauh). Sehingga kita mengetahui seberapa kuat cinta seseorang dengan kekasihnya.

Advertisements